IBX59EBBEBF99E27 Fariz RM Akui Salah dan Menyesal Telah Kembali Gunakan Narkoba - PhotoGraphist - PhotoGraphist

Fariz RM Akui Salah dan Menyesal Telah Kembali Gunakan Narkoba

Musisi Fariz RM kembali ditangkap oleh Kepolisian Republik Indonesia dikarenakan Narkoba. Penangkapan Fariz RM ini sendiri dilakukan pada 24 Agustus 2018 kemaren. Ketika pihak Polisi menampilkannya ke media, dirinya pun mengakui akan dirinya yang menggunakan narkoba dan berharap agar banyak orang tidak meniru perilakunya.

“Apa yang saya perbuat semua itu salah. Saya memohon untuk jangan meniru apa yang saya sudah perbuat. Saya meminta maaf, dan saya akui kesalahan saya,” kata Fariz RM di Polres Metro Jakarta Utara, Minggu (26/8/2018).

Diakui oleh Fariz bahwa mengkonsumsi narkoba baginya adalah untuk menjaga daya tahan tubuhnya. Dimana saat ini, usianya yang tua ditambah dengan banyaknya job yang datang padanya membuatnya harus berfikir keras mengenai daya tahan tubuhnya. Akhirnya dirinya pun menggunakan sabu untuk hal tersebut.

“Yang seperti ini sangat salah dan keliru. Sabu bukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Malah bisa menggunakan alternarif lain seperti minum vitamin atau berolahraga. Yang seperti ini tak patut dicontoh masyarakat. Jadi semua masyarakat tolong pahami, sabu itu tak untuk menjaga daya tahan tubuh,” tandas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

“Ya pengakuannya FRM karena sudah tua, dan daya tahan tubuhnya menurun. Belum lagi ada banyak job. Sehingga, FRM pun pilih konsumsi sabu yang menurut dia bisa menjaga daya tahan tubuh, padahal salah besar. Sayang kan, cuma karena narkoba, FRM kembali ketemu bui. Ini pembelajaran,” lanjutnya.

Fariz mengaku bahwa dirinya sudah mulai mengkonsumsi narkoba sejak 2 tahun belakangan ini. Dimana transaksi yang dilakukannya adalah 2 kali dalam seminggu. Dengan kembali tertangkapnya Fariz RM oleh kasus narkoba ini sendiri menjadi yang ketiga baginya. Sebelumnya Fariz RM sudah tertangkap pada tahun 2007 dan 2015 yang lalu.

Fariz RM Akui Salah dan Menyesal Telah Kembali Gunakan Narkoba | Kaya Sugih | 4.5